Workshop Penyusunan Spesifikasi Program Studi Persiapan Sertifikasi AUN-QA

UNNES telah menetapkan tahapan pencapaian visi, yaitu menjadi Universitas Berwawasan Konservasi dan Bereputasi Internasional. Tahun 2017 sebagai Tahun Reputasi dan tahun 2018 sebagai Tahun Internasionalisasi. Untuk itu, UNNES telah menyiapkan beberapa program studi untuk mengikuti program sertifikasi dari ASEAN University Network Quality Assurance (AUN-QA).

Berkaitan dengan itu, BPM menyelenggarakan Workshop Penyusunan Spesifikasi Program Studi sebagai persiapan sertifikasi dari AUN-QA, Senin (22/5) di ruang Rapat BPM Gd. Prof. Dr. Retno Sriningsih Satmoko, Lt. 2 Kampus Sekaran. Workshop diikuti Sekretaris BPM, Kepala Pusat Penjaminan Mutu Internal, Kepala Pusat Pangkalan Data Pendidikan Tinggi, para Koordinator Penjaminan Mutu Fakultas, serta masing-masing Ketua dan anggota Tim Task Force dari tiap-tiap program studi. Ada 9 (Sembilan) program studi dengan status akreditasi A yang dipersiapkan mengikuti sertifikasi dari AUN-QA, yaitu Bimbingan Konseling (S1), Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1), Pendidikan Sejarah (S1), Pendidikan Matematika (S1), Biologi (S1), Pendidikan Teknik Mesin (S1), Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (S1), Ekonomi Pembangunan (S1), dan Ilmu Hukum (S1).

Workshop ini bertujuan untuk menentukan indikator dan menyamakan persepsi sehingga tiap-tiap program studi dapat menyusun spesifikasi program studi secara tepat dan lengkap. Beberapa komponen yang harus dirumuskan dalam spesifikasi program studi, di antaranya nama, kode, visi dan misi, kurikulum, sarana dan prasarana, staf akademik, capaian pembelajaran lulusan program studi, serta metode dan strategi pembelajaran. Visi dan misi program studi harus sesuai dengan visi dan misi Fakultas dan Universitas. Selain itu, berbagai sistem yang dirumuskan adalah sistem yang benar-benar dilaksanakan. Hal ini sangat penting karena sertifikasi AUN-QA lebih mengutamakan konsistensi dari pada frekuensi atau jumlah.

Dalam sambutannya, Ketua BPM UNNES, Dr. Suwito Eko Pramono, M.Pd. mengatakan bahwa  spesifikasi program studi harus disusun secara lengkap dan detail sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan sertifikasi AUN-QA. Penyusunan spesifikasi program studi merupakan bagian yang penting dari proses sertifikasi. Mudah-mudahan, dari 9 program studi yang dipersiapkan berhasil mendapatkan sertifikasi AUN-QA. Hal ini sangat penting karena dapat menjadi branding dan pada akhirnya menambah minat masyarakat untuk menempuh pendidikan pada program studi yang unggul.

Dengan adanya program studi yang memperoleh sertifikat AUN-QA akan mempermudah dan memperlancar pelaksanaan kerja sama dengan program studi dari perguruan tinggi di luar negeri. Dengan demikian, penyusunan spesifikasi program studi dapat memberikan kontribusi dalam mencapai tahun reputasi maupun tahun internasionalisasi pada tahun 2018. Apabila berhasil memperoleh sertifikat dari AUN-QA, maka program studi tersebut akan mendapatkan pengakuan yang setara dengan program studi pada universitas-universitas top di ASEAN, kata Suwito. (NS)

Koordinasi Pengembangan Kurikulum LPTK UNNES

Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Universitas Negeri Semarang terus mematangkan revitalisasi kurikulum LPTK melalui kegiatan rapat koordinasi, Selasa (16/5) di ruang Rapat BPM Gd. Prof. Dr. Retno Sriningsih Satmoko, Lt. 2 Kampus Sekaran.

Rapat Koordinasi Revitalisasi Kurikulum, kata Dr. Suwito Eko Pramono, M.Pd. selaku Ketua BPM, merupakan bagian dari rangkaian revitalisasi LPTK di UNNES. Rapat yang diikuti Kepala Pusat Pengembangan Kurikulum, Media Pendidikan, MKU dan MKDK LP3 UNNES; Sekretaris BPM, Kepala Pusat Penjaminan Mutu Internal, Kepala Pusat Pangkalan Data Pendidikan Tinggi, serta Kaprodi Pendidikan Sendratasik (S1), Kaprodi PPKn (S1), Kaprodi Pendidikan Biologi (S1), dan Kaprodi PJKR (S1) bertujuan untuk menyampaikan informasi tentang kegiatan dan produk yang harus dihasilkan. Selain itu, dibahas tentang rencana penyusunan proposal dan anggaran yang harus selesai disusun pada tanggal 25 Mei 2017. Keempat program studi tersebut diharapkan dapat menjadi model pengembangan kurikulum program studi di lingkungan UNNES.

Banyaknya produk yang harus dihasilkan dan terbatasnya anggaran yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, maka setiap program studi diharapkan dapat menyusun anggaran secara efektif dan efisien. Tugas ini bukan untuk mencari keuntungan, melainkan sebagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan, kata Suwito. (NS)

BPM UNNES Selenggarakan Sosialisasi SAPTO

Dalam memperkuat kesiapan penggunaan Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online (SAPTO), BPM UNNES selenggarakan sosialisasi sistem akreditasi perguruan tinggi dan akreditasi program studi yang baru, Selasa (9/5) di ruang Rapat BPM Gd. Prof. Dr. Retno Sriningsih Satmoko, Lt. 2 Kampus Sekaran. Kegiatan yang diikuti para pengelola BPM dan para KPM di lingkungan UNNES bertujuan untuk memperkenalkan sistem dan prosedur penggunaan SAPTO.

Panduan menggunakan SAPTO dari BAN-PT memuat semua informasi yang diperlukan oleh Perguruan Tinggi untuk mengajukan usulan akreditasi secara online melalui SAPTO, mulai dari pembukaan account, pengunduhan template dokumen, penyampaian usulan akreditasi, hingga pemantauan proses akreditasi yang sedang diusulkan.

SAPTO adalah sistem yang diselenggarakan BAN-PT untuk proses akreditasi institusi perguruan tinggi (AIPT) dan akreditasi program studi (APS) secara online. Sistem ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efisiensi, serta kualitas proses AIPT maupun APS. SAPTO terdiri atas elemen-elemen akreditasi seperti pengajuan usulan akreditasi oleh perguruan tinggi, pemeriksaan dokumen, penugasan asesor dan validasi yang dilakukan, proses asesmen kecukupan (AK) dan asesmen lapangan (AL) oleh asesor.

Dalam SAPTO, usulan akreditasi AIPT maupun APS dilaksanakan oleh tiap-tiap perguruan tinggi. Untuk itu, setiap perguruan tinggi diberi 1 (satu) akun dengan  menggunakan kode perguruan tinggi seperti yang terdaftar pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-Dikti). Akun tersebut digunakan untuk membuka SAPTO dan mengajukan AIPT maupun APS di lingkungan perguruan tinggi yang bersangkutan. Secara operasional, pengajuan AIPT maupun APS akan dilaksanakan oleh BPM UNNES.

Perlu diingat SAPTO dan BAN-PT akan memeriksa dokumen yang diunggah ketika mengajukan usulan akreditasi. Jika dokumen yang diunggah tidak sesuai format yang ditentukan, usulan akreditasi akan ditolak. Untuk menyampaikan data kuantitatif, BAN-PT telah menyiapkan tempelet yang disajikan dalam format excel, dan SAPTO akan membaca setiap data yang disajikan dalam format excel. Jika data yang diunggah tidak sesuai format yang diberikan pada template, SAPTO secara otomatis akan menolak dan memberikan pesan kesalahan. (NS)