BPM Review Borang Akreditasi Prodi Sastra Jawa S1 UNNES

Reviewers BPM Prof Dr Kartono MSi menerima Tim Prodi Sastra Jawa S1. Tim terdiri atas enam orang, yang dipimpin oleh Ketua Jurusan Drs Widodo MPd.

Badan Penjaminan Mutu melakukan review Borang Akreditasi Program Studi Sastra Jawa S1, Kamis (27/4) bertempat di Ruang Rapat BPM Gedung Prof Dr Retno Sriningsih Satmoko Lantai 2 Kampus Sekaran. Sudah menjadi Tugas BPM Sebagai Badan di Universitas Negeri Semarang (UNNES) melakukan pendampingan untuk meningkatkan kualifikasi akreditasi program studi.

Widodo MPd menyampaikan, Prodi Sastra Jawa S1 saat ini peringkat B sebagaimana No. SK 003/SK/BAN-PT/Akred/S/I/2014 dengan tanggal kadaluarsa 2019-01-09 dan ingin meningkatkan peringkat akreditasi prodi.

Dalam kesimpulannya, Prof Kartono meminta kepada Tim Prodi Sastra Jawa S1 untuk memperbaiki borang. “Hanya borang Standar 4 yang sudah oke, yang lain saya meminta untuk perlu segera direvisi dan dilengkapi data pendukung,”. Kata Prof Kartono. (NS).

Ke Jakarta, KaPPME BPM UNNES Ikuti Pelatihan SAPTO

Kepala Pusat Penjaminan Mutu Eksternal (PPME) Badan Penjaminan Mutu (BPM) UNNES berangkat menuju Jakarta guna menghadiri Kegiatan Pelatihan Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online (SAPTO) bagi Pengguna Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) yang dilaksanakan pada tanggal 26-27 April 2017 di Hotel Sari Pan Pacific Jl. M.H. Thamrin No.6 Jakarta Pusat. Pelatihan ini dihadiri oleh peserta dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Indonesia. Perwakilan BPM UNNES yang hadir dalam kegiatan tersebut yaitu Dra Diah Vitri Widayanti DEA.

Melalui pelatihan penggunaan SAPTO untuk memudahkan BAN-PT dalam mendata perguruan tinggi yang sudah terakreditasi ataupun belum terakreditasi. Dengan sistem tersebut diharapkan bukan hanya dapat meningkatkan efesiensi dan kapasitas BAN-PT, tetapi sekaligus dapat meningkatkan akurasi, objektifitas, transparansi, dan akuntabilitas.

Saat ini BAN-PT sudah melakukan akreditasi ribuan perguruan tinggi dan untuk akreditasi Program Studi BAN-PT sudah mengakreditasi puluhan ribu. Harapannya proses akreditasi ke depan harus memberikan jaminan kepada user karena perkembangan Perguruan Tinggi di Indonesia sangat tinggi, tetapi yang sudah diasesmen oleh asesor masih sangat rendah. Proses akreditasi tidak akan selesai bila dilakukan dengan model-model yang konvensional, maka dengan adanya SAPTO proses akreditasi bisa lebih baik, efektif, efisien, dan kualitas tetap terjaga, dan diharapkan juga selama sosialisasi agar proses pengajuan secara online tersebut tidak hanya dimengerti oleh para asesor saja, namun pihak institusi dan prodi juga harus diajarkan cara melakukan pengajuan secara online. (NS).

PPM STP Bandung Studi Banding ke BPM UNNES

Pada hari Selasa, 25 April 2017, BPM UNNES menerima  Dr. Retno Budi Wahyuni, Sekretaris Pusat Penjaminan Mutu (PPM) dan Dr. Budi Prasetyo, Koordinator Tim Penyusun Instrumen AIPT, Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung.  Adapun maksud kunjungan tersebut adalah untuk melakukan studi banding karena keberhasilan BPM UNNES dalam mempersiapkan AIPT UNNES sehingga berhasil meraih status dan peringkat unggul (A). Para tamu dari STP Bandung diterima oleh Ketua BPM yang didampingi oleh Sekretaris BPM dan ketua Pusat Penjaminan Mutu Eksternal di Ruang Rapat Pimpinan BPM Gedung Prof Dr Retno Sriningsih Satmoko Lantai 2 Kampus Sekaran.

Dalam sambutannya, Ketua BPM menyampaikan bahwa keberhasilan UNNES meraih status dan peringkat unggul bukan semata-mata kinerja BPM, melainkan merupakan hasil kinerja yang mengutamakan kebersamaan, keikhlasan, dan ketulusan semua komponen yang terkait. Faktor utama untuk mencapai keberhasilan tersebut adalah komitmen Bapak Rektor, Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum. dalam mengawal seluruh proses pelaksanaan proses AIPT. Selain itu, Bapak Rektor telah melakukan sosialisasi sampai ke tingkat Fakultas, Program Studi, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa untuk menyamakan persepsi. Hasil AIPT telah memberikan berbagai keuntungan, terutama bagi mahasiswa karena dapat memperoleh bea siswa dari LPDP, meskipun status dan peringkat Program Studinya masih B.

Ketua BPM, Dr. Suwito Eko Pramono, M.Pd. menjelaskan beberapa strategi yang ditempuh dalam upaya meraih status dan peringkat AIPT unggul, di antaranya penggunaan kata kunci dalam setiap butir intrumen akreditas, penggunaan klu-klu pada setiap butir yang penting sehingga mempermudah para reviewer, penjelasan di depan para asesor dilakukan oleh Bapak Rektor dan sebaiknya tidak diwakilkan. Keberhasilan UNNES meraih status dan peringkat AIPT unggul merupakan bukti komitmen dan kekompakan seluruh elemen UNNES.

Sedangkan Ibu Dr. Retno Budi Wahyuni menjelaskan bahwa pada saat ini STP memilki 14 Program Studi dan 13 di antaranya sudah mendapat status dan peringkat akreditasi A. Oleh karena itu, STP Bandung sedang mempersiapkan untuk pengajuan AIPT. Kunjungan kita ingin mengetahui informasi banyak hal dari UNNES tentang penyusunan AIPT strategi dan pelaksanaan. Kami juga tertarik belajar dengan BPM UNNES di antaranya bagaimana uraian kerja BPM, penjaminan mutu internal dan eksternalnya.

Retno menambahkan, kami berterima kasih dengan tim BPM UNNES yang sangat terbuka dan mau mengenalkan sistem penjaminan mutu dan strategi pelaksanaan AIPT yang sangat kami butuhkan dan akan kami kembangkan di kampus kami.

Di akhir acara Agung Yulianto menjelaskan bahwa kami tim BPM UNNES terbuka dengan siapa saja yang mau belajar dengan kami. Persiapan borang AIPT UNNES melalui proses yang cukup panjang. Borang yang dibuat tim AIPT UNNES telah dikaji berkali-kali oleh reviewer internal maupun eksternal. Akhirnya UNNES memperoleh akreditasi A (unggul), itu tak lepas dari komitmen seluruh komponen warga UNNES untuk turut menyukseskan AIPT. (NS).