Review Borang Akreditasi Program Studi Ekonomi Pembangunan S1 Bersama Prof. Dr. Kartono, M.Si

Dalam rangka memperbaharui status akreditasi, maka Program Studi wajib mengajukan proses re-akreditasi kepada BAN-PT dengan menyusun borang akreditasi yang nantinya akan diajukan kepada BAN-PT untuk dijadikan pertimbangan dan dilakukan studi kelayakan untuk Program Studi bersangkutan mendapatkan suatu peringkat akreditasi. Namun sebelum borang akreditasi dikirim ke BAN-PT, terlebih dahulu borang tersebut perlu di review oleh assesor internal untuk mengetahui kekurangan dari dari Borang akreditasi yang diajukan, sehingga borang akreditasi yang dikirim ke BAN-PT layak untuk mendapatkan nilai maksimal dengan peringkat akreditasi yang memuaskan.

 

Pengukuhan Guru Besar Ketua Badan Penjaminan Mutu, Prof. Dr. Subyantoro, M.Hum

IMG_1224

Selasa, 24 Maret 2015 merupakan hari istimewa bagi Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Negeri Semarang (Unnes) karena pada hari tersebut merupakan hari dikukuhkannya ketua BPM, Prof. Dr. Subyantoro, M.Hum meraih gelar sebagai Guru Besar atau Profesor dalam bidang ilmu Psikolinguistik. Prof. Dr. Subyantoro, M.Hum merupakan Profesor ke-100 Unnes. Dalam pencapaian gelar akademik tertinggi tersebut tentunya tidak semudah membalikkan telapak tangan, namun berbagai macam rintangan dan tantangan tentunya sudah menjadi warna dalam meraihnya.

Dalam pidatonya, Prof. Dr. Subyantoro, M.Hum menyampaikan orasi ilmiah mengenai “Model Bercerita Untuk Mengembangkan Kepekaan Emosi (Menyemai Generasi Unggul Menyonsong Indonesia Emas 2015)”. Upaya pengembangan model pendidikan sebagaian besar ditujukan untuk pengembangan intelektual saja. akibatnya, terjadilah kesenjangan antara berkembangnya kecerdasan intelektual dengan kecerdasan emosi, sehingga muncullah berbagai perilaku negatif pada anak-anak. Modal dasar di Indonesia adalah potensi jumlah penduduk produktif. Potensi ini harus dikelola dengan tepat dan pendidikan adalah wahana paling strategis untuk mengelola potensi penduduk produktif. Sistem pendidikan masa depan bangsa Indonesia adalah pendidikan yang mengantarkan generasi masa kini menjadi generasi emas Indonesia 2045. Generasi ini akan menjadi generasi penduduk dunia yang bersifat transkultural, namun harus tetap hidup dan berkembang dalam jati diri dan budaya Indonesia sebagai sebuah bangsa yang bermartabat. 1

Tidak lupa Prof. Dr. Subyantoro, M.Hum menyampaikan ucapan terima kasih terhadap semua pihak yang telah mendukung pencapaiannya dalam meraih gelar akademik tertinggi, yang muaranya diapresiasikan dalam bentuk puisi disampaikan di akhir pidato sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. (HA)

Note: 1) Pidato Prof. Dr. Subyantoro, M.Hum dalam pengukuhan guru besar dalam bidang Psikolinguistik

Focus Discussion Group (FGD) Kurikulum KKNI Mengacu Permendikbud No 49 Tahun 2014

IMG_1173 IMG_1162 IMG_1159

Senin, 9 Maret 2015, Badan Penjaminan Mutu (BPM) mengadakan Focus Discussion Group (FGD) membahas Kurikulum KKNI Mengacu Permendikbud No 49 Tahun  2014 bersama Dr. Ir. Endrotomo, M.T. yang saat ini menjabat sebagai Staf Ahli Dirjen Dikti dan berdinas di Institut Teknologi Surabaya. Kegiatan FGD dibuka oleh Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum. selaku Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan dihadiri oleh para Ketua Program Studi (Kaprodi) jenjang D3, S1, S2, S3 Unnes. Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan bahwa masa periode 2014 – 2019, Unnes berfokus pada penguatan Program Studi (Prodi) yang sudah ada saat ini.

Selama kurang lebih 2 (jam) Dr. Ir. Endrotomo, M.T. menyampaikan beberapa materi berkaitan dengan kurikulum KKNI mengacu permendikbud No 49 tahun 2014. Dari segi sumber daya manusia, seorang lulusan dari prodi tertentu diharapkan menguasai benar atas ilmu dan keahlian yang dipelajari selama belajar di bangku kuliah agar dapat bersaing di dunia kerja, karena di dunia kerja yang sesungguhnya sangat menghargai ilmu dan keahlian seorang pekerja yang cakap dalam suatu bidang keahlian. Dalam kesempatan yang sama disampaikan bahwa seorang pekerja lapangan pun bisa menempati level manajemen karena ahli dalam suatu bidang. Diharapkan dari pertemuan ini para pemangku kebijakan, tenaga pengajar, mahasiswa dan stakeholder harus lebih mengedepankan kemampuan dibanding dengan gelar akademik yang diperoleh para pekerja.

Disampaikan pula, untuk efektifitas operasional institusi maka 2 (dua) atau lebih prodi dengan learning outcome yang sama harus dilebur atau di-merger dan bahkan dapat dihapus salah satu menjadi 1 (satu) prodi dengan nama yang dapat mencakup beberapa prodi yang di hapus atau di-merger tersebut. Materi FGD Kurikulum KKNI dapat didownload melalui menu Download atau dapat didownload disini. (HA)